Metascore: 34/100
Reviews: 40 user
Deskripsi Singkat
Apakah yang terbayangkan di benak kalian jika mendengar nama Raja Raymond Gosnell, atau yang lebih familiar dikenal sebagai Raja Gosnell? Meski sebelumnya telah didapuk sebagai penyunting, atau editor, untuk berbagai film terkemuka di era ’90-an –seperti Pretty Woman, dua film awal Home Alone, dan Mrs. Doubtfire–, belakangan ia lebih dikenal sebagai sutradara kala mengarahkan Drew Barrymore lewat Never Been Kissed(meski sebelumnya Gosnell telah debut sebagai sutradara via Home Alone 3 yang flop itu).Selain Never Been Kissed, yang sebenarnya cukup lumayan di eranya, film-film arahan Gosnell tak jauh dari nuansa komedi slapstick, dan terutama hewan-hewan kreasi CGI yang ditampilkan secara hybrid dengan aktor dan aktris secara live-action. Contoh yang paling jelas adalah dua film Scooby-Doo, Beverly Hills Chihuahua, dan –tentu saja– The Smurfs, yang kini berlanjut ke The Smurfs 2. Mungkin karena hal itu juga, saya lebih menikmati film pertama The Smurfs di tahun 2011 lalu itu, dan sekuelnya ini, kala Azrael (diperani oleh Mr. Krinkle, dan diimbuhi sulih suara dari Frank Welker) –kucing peliharaan Gargamel (Hank Azaria) yang menjadi antagonis utama– dimunculkan di layar dengan segala tingkah lakunya, yang sama sekali tak mencerminkan kucing pada umumnya.
Hm...,,terlepas dari kelicikan/kecerdasan yang melebihi tuannya (memiliki akun Facebook pribadi, tablet yang canggih, dan monitor flat), tindakan semau gue (tak jarang menyumpahi kebodohan Gargamel), dan berkomunikasi dengan bahasa kucing, yang anehnya dipahami oleh sang penyihir, Azrael tetap tertarik untuk mengejari sosok-sosok kecil berwarna biru, yang jadi judul franchise ini. Jadi, maafkan saya jika kurang tertarik dengan para Smurf, sekali pun yang tercantik di antara mereka yang dijadikan fokus cerita kali ini. Hello~oo? Smurfette (Katy Perry) tentu saja yang tercantik, karena tak ada yang ber-gender perempuan di antara para Smurf selain dia. Well, ironisnya, dulu dia dikreasikan Gargamel dengan tujuan awal untuk memecah-belah para Smurf. Itulah makanya saya sempat berpikir bahwa The Smurfs 2 bakal lebih kelam, karena berkisah tentang krisis identitas yang dialami Smurfette sebagai sesosok Smurf, dibandingkan film pertamanya. Tapi, apa yang terjadi? Film ini tetaplah ditargetkan untuk para penonton yang berusia kanak-kanak, dan berjiwa kanak-kanak, karena The Smurfs 2 tidaklah begitu mementingkan jalan ceritanya.

I'm so Smurfing hate you! :d
ReplyDeleteJust kidding of course ...
:-b
Deletepas lagi stress, nonton film memang enak...
ReplyDeleteLucuan spongebob
ReplyDelete